Andik Irawan, Anggota Da’i Kamtibmas Polres Gresik
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Segala puji bagi Allah ﷻ, Tuhan semesta alam, yang mengajarkan manusia dengan pena, mengajarkan apa yang belum diketahuinya.
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ — sang guru umat manusia, yang membawa cahaya ilmu dan membangunkan akal dari kegelapan kebodohan.
🧠 Islam: Agama yang Mengajak untuk Berpikir
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Islam bukan agama yang mengekang akal, tetapi agama yang menghidupkan akal.
Dalam Al-Qur’an, Allah berulang kali menyeru manusia dengan kalimat:
“Afala ta‘qilun?”
“Tidakkah kalian berpikir?”
(terulang lebih dari 10 kali dalam Al-Qur’an)
Seruan ini menunjukkan bahwa berpikir adalah ibadah.
Karena dengan berpikir, manusia mengenal dirinya, mengenal alam, dan akhirnya mengenal Tuhannya.
Akal yang tidak digunakan seperti mata yang tertutup: ia ada, tapi tidak melihat.
Sedangkan akal yang digunakan dengan benar akan menemukan kebenaran dan meneguhkan keimanan.
🌌 Ilmu dan Iman Tidak Pernah Bertentangan
Ada sebagian orang yang menganggap bahwa agama dan ilmu itu dua hal yang bertentangan.
Padahal justru sebaliknya — ilmu sejati akan menuntun kepada iman yang kuat.
Setiap kali ilmuwan menemukan sesuatu di alam, sesungguhnya mereka sedang membuka satu lembar baru dari kitab ciptaan Allah.
Coba kita lihat:
- Ilmu astronomi membuktikan bahwa alam semesta ini sangat teratur — menunjukkan adanya Sang Pengatur.
- Ilmu biologi menunjukkan keajaiban sistem tubuh manusia — bukti kebesaran Sang Pencipta.
- Ilmu fisika mengungkap hukum-hukum alam — tanda kebijaksanaan Allah dalam mengatur ciptaan-Nya.
Semua ilmu, jika diselami dengan hati yang bersih, akan berujung pada satu kalimat:
“Tidak ada Tuhan selain Allah.”
🌿 Berpikir Menjadikan Manusia Mulia
Akal adalah anugerah yang membedakan manusia dari makhluk lainnya.
Namun kemuliaan itu hanya tampak jika akal digunakan untuk mencari kebenaran.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Satu jam berpikir lebih baik daripada seribu rakaat shalat sunnah.”
(HR. Ad-Dailami)
Hadits ini bukan merendahkan ibadah, tetapi menunjukkan betapa berharganya berpikir yang membawa pada kesadaran dan perubahan.
Berpikir tentang kebesaran Allah, tentang kematian, tentang tujuan hidup, tentang manfaat dan mudarat suatu perbuatan — semua itu adalah pintu menuju taubat dan kedewasaan iman.
🔍 Umat Islam Harus Cerdas dan Berilmu
Jamaah sekalian,
Umat Islam pernah menjadi pemimpin dunia bukan karena jumlahnya banyak, tetapi karena mereka berpikir dan berilmu.
Para ilmuwan Muslim seperti:
- Ibnu Sina dalam kedokteran,
- Al-Khawarizmi dalam matematika,
- Al-Biruni dalam astronomi,
- Ibnu Khaldun dalam sosiologi,
semuanya lahir karena semangat berpikir yang ditanamkan oleh Islam.
Mereka berilmu bukan untuk kesombongan, tapi untuk mengenal Allah dan menebar manfaat.
Kini, tugas kita adalah menghidupkan kembali semangat berpikir itu.
Gunakan akal, baca, pelajari, teliti, dan kembangkan ilmu.
Karena setiap langkah menuju ilmu adalah langkah menuju iman.
⚖️ Akal Sehat dan Kamtibmas yang Kuat
Sebagai Da’i Kamtibmas, kita tahu bahwa akal yang sehat melahirkan masyarakat yang tertib dan damai.
Kekacauan dan pelanggaran sering terjadi karena manusia tidak berpikir panjang sebelum bertindak.
Orang yang berpikir pasti berhati-hati:
- Ia tahu akibat dari perbuatannya.
- Ia paham bahwa kejahatan sekecil apa pun akan berbalas.
- Ia sadar bahwa setiap tindakan diawasi oleh Allah.
Karena itu, mengajak masyarakat berpikir adalah bagian dari menjaga Kamtibmas.
Ketika akal digunakan, nafsu terkendali, dan hukum Allah dihormati,
maka keamanan dan ketertiban akan tumbuh dengan sendirinya.
🌸 Berpikir yang Menghidupkan Hati
Namun, berpikir dalam Islam bukan sembarang berpikir.
Bukan berpikir untuk mencari kesenangan dunia, tapi berpikir untuk mendekat kepada Allah.
Allah berfirman dalam QS. Ar-Rum ayat 8:
“Tidakkah mereka berpikir tentang diri mereka sendiri? Allah tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan kebenaran dan waktu yang ditentukan.”
Berpikir yang benar selalu berujung pada kesadaran dan rasa syukur.
Ketika akal digunakan untuk merenung, hati menjadi lembut, iman bertambah, dan hidup pun terasa damai.
🌺 Penutup: Jadilah Umat yang Berpikir dan Beriman
Hadirin yang berbahagia,
Kita hidup di zaman yang penuh informasi, tapi sedikit perenungan.
Banyak yang cerdas secara dunia, tapi lupa berpikir tentang akhirat.
Mari jadikan ajaran Islam sebagai pedoman berpikir:
- Berpikir dengan akal yang jernih,
- Berhati dengan iman yang bersih,
- Bertindak dengan tanggung jawab,
- Dan berbicara dengan kejujuran.
🌿 “Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.”
(QS. Al-Hujurat: 13)
Akal yang disinari iman akan melahirkan manusia yang adil, bijak, dan damai.
Dan masyarakat yang berpikir dengan iman akan menjadi masyarakat yang tertib, aman, dan berperadaban.
Semoga kita semua menjadi umat yang berpikir, berilmu, dan beriman —
yang menjadikan Islam bukan hanya keyakinan di hati, tetapi juga cahaya bagi kehidupan.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.